…Meniti Hidup, Sudahkah kamu?…

Bismillah….

“Krieeetttt….”

sayup-sayup terdengar suara pintu bergerak, kuusahakan membuka mata ini…lelah, ternyata Ibuku yang membuka pintu kamarku. Selang berapa detik ia langsung menutup pintu kembali…

Beranjak dari tempat tidur, langsung kunyalakan lampu…

Setelah Shalat Subuh, aku merenung…Ya Allah, terima kasih kau memberikan diriku nikmat subuhMu…Seketika kembali ke kamar, aku berfikir kembali, apa yang akan kulakukan hari ini? rencana-rencana besar apa yang telah kuagendakan? karena hari ini, Rabu, 18 Juli 2007, takkan terulang…begitu juga pertandingan Indonesia vs Korea Selatan apakah agendaku bermanfaat bagi manusia yang lain? atau sepenuhnya hanya untuk diri ini semata? semoga tidak…

Kulirik meja disamping tempat tidurku, terlihat lembaran kertas agenda hidup [dibuat akh aji untuk seluruh anak asrama]. Kulihat agenda tahunanku, bulananku, harianku….teringat ketika ingin mengisinya, walaupun sebenarnya kita punya keinginan atau mimpi atau rencana-rencana hidup, tapi ketika disuruh menspesifikannya dalam hal waktu, kondisi, dsb sesuai metode SMART [Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time], ternyata sangat sulit kawan….Mungkin agenda tahunan, kita masih lancar menuliskan target kita, tapi ketika parameter waktu yang bicara, sulit sekali kita men-spesifikannya…

Kelancaran kita dalam menuliskan target-target kita memperlihatkan bahwa selama ini kita punya sesuatu yang kita pegang dalam setiap aktivitas kita, jangan lah menjadi rutinitas belaka yang setiap hikmahnya tidak dapat kita ambil…

Yah…semua butuh proses, setidaknya aku bersyukur telah sadar akan hal ini waktu itu, dan setidaknya saat ini aku bisa menjawab apa targetku hari ini, minggu depan,bulan ini, bulan depan, tahun ini, tahun depan, 3, 5, 10 tahun dari sekarang….

A New Day Has Come….

Alhamdulillah…

5 Responses to “…Meniti Hidup, Sudahkah kamu?…”

  1. Permasalahan terbesarku dalam menentukan target-target itu adalah menepatinya. Terlalu sering bikin target, tapi sedikit banget yang terlaksana. Itu yang paling berat.
    Kadang kita harus tidak terlalu keras sama diri sendiri. Pasang target yang realistis.

    yup, sepakat, makanya aku tulis metode SMART.

  2. Klo kata orang bijak, ada yg bilang:
    “Tulisan itu awal dari sebuah peradaban. Dari situlah nanti akan menentukan peradaban itu bakal maju apa Nggak..”
    Nah… Everything must be have the process… Selamat bt Planning2 besar Deh….!!
    Apalagi jd ketua Kongres.. Kudu semangat terus..!!! Ganbatte Kudasai..!!!

    Semoga lewat tulisan-tulisan ringan ini dapat menggugah hati seseorang menuju peradaban yang kita tuju…
    planning2 besar takkan terwujud jika hanya seorang sebagai aktornya…yuk semangat beramal jama’i :)

  3. Numpang mampir. Artikelnya amat menarik, lho. Salam kenal.

    Salam kenal juga

  4. hmm, sebenernya aku bukan tipe yg blogger gt si. tp berhubung empunya ‘rada maksa’ suruh comment, ya inilah comment ku..
    ga tau ya, ham. kalo blog tuh kan jadi membuka jatidiri ke banyak orang? hm, aku sih lebih ingin biarlah yang tau dian sebenarnya seperti apa itu Allah, keluarga, dan yang kelak berhak atas diriku saja. gt.
    eniwey, semoga tulisan2 ilham disini jd inspirator, motivator, [dan -or lainnya] & (kata the eye –> mata ya?) awal peradaban.

    Sebenarnya waktu buat blog ini juga niatnya ingin share pengalaman, pelajaran, hikmah, dan hal positif lainnya yang mungkin orang lain tidak seberuntung kita yang telah mendapatkannya, juga ya itu tadi, Insya Allah menjadi inspirator dan motivator [the eye<-- mata]. Mengenai tulisan yang 6 keanehan, itu karena saya menghormati orang lain yang telah men-tag saya.Ok deh, doain aja, moga2 dengan seberkas tulisan, peradaban ini mulai menuju ke arah yang lebih baik ;)

  5. gile ilham. bijak sekali. harusnya kan yg bijak itu aku, secara namanya mengartikan itu. harusnya blog kamu lebih ke arah mengilhami gitu loh. ngik ah!!


    Alhamdulillah…

Leave a Reply